11 February 2011

Say It Better, But Still Couldn't

Perempuan masih bersalah bila bertudung :

1) dengan baju kurang kain pun kurang. bertudung cantik dah... tapi...

2) jarang. adoi, sakit kepala bila terpaksa follow dari belakang dalam jarak yang sungguh dekat dan tak dapat nak bergerak ke mana2 untuk elak, contohnya bila time naik escalator.

3) singkat. common sense. terlalu byk komentar dlm blog dan artikel majalah

4) nampak bentuk sanggul rambutnya. sanggul itu memang cantik. tetapi seeloknya sanggul itu disorokkan. kalau tak kisah, pendekkanlah sedikit rambut agar tak terlalu berbentuk sanggulnya...

5) tak tutup bentuk dadanya. perlu lah menggunakan ilusi optik penselempangan berbagai2 arah untuk menyembunyikan itu, supaya tak perlulah menutupnya dengan tudung yang labuh bergosok tetapi straight.. u know what i mean?

6) tetapi masih belum mampu menudungkan kelakuannya di hadapan mereka2 yang wajib ditudungkan kepala padanya (ayat stail kitab kuning mutho'al badrin darjah enam sek agama dulu ). pakai tudung elok dah, tapi ketawa mak aih....

Sarcasm speaks out hatred, rather than goodness, i know. As if we are that saint, never being once, ever, in sins. I would feel sorry if I am going to be hated for this. 

But I would feel a lot worse I did not actually say anything like this to you, when actually I loved you because deep down you, my friend, are such a wonderful and good person. When the love stops me from doing the right things, doing things right does not even matter. 

I'm sorry that I could not say it any better than this...

2 comments:

aliaa farhana said...

mane pegi ny no 1 incik fahmi oi...hee~

Nazz@Purple said...

salam..

yup dah jumpa blik..

erm entri ni sensitip..diakui sedang cuba memperbaiki diri..

Kita Kawan, Bukan Mahu Lawan

Koleksi Flash Header

Related Posts with Thumbnails